Tampilkan postingan dengan label Me-My Son-My Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Me-My Son-My Family. Tampilkan semua postingan

23.10.09

Hari-hari penantian....

Alhamdulillah..kehamilanku udah masuk trimester ke-3 (tepatnya 35 Minggu). Seperti kehamilan yang pertama, kehamilanku yg ke-2 ini juga terlihat besar dan dari hasil pemeriksaan USG di minggu ke-34 semua normal dan sehat, Amin..
Sejak usia kehamilan minggu ke-30, aku berusaha mengurangi aktifitas rutin di rumah, memasak dan bersih-bersih semua sudah di handle oleh mbak Maria, hanya memandikan mas Bintang putraku yang masih usia 21 bulan yang aku kerjakan sendiri. Ya...mungkin dengan semakin membesarnya kandunganku, aku jadi mudah lelah trus disertai sesak napas, dan...biasanya untuk mengurangi kondisi ini aku hanya berbaring tiduran sampai kondisi napasku normal.
Menurut hasil pemeriksaan USG kelahiran bayi-ku diperkirakan pertengahan Desember (13 Desember 2009), tapi karena di kelahiran putraku yg pertama harus melalui caessar, dan kehamilan-ku yg kedua ini rentang waktunya kurang dari dua tahun maka diperkirakan kelahiran yg ke-2 ini juga melalui caessar. Aku sudah tidak sabar rasanya menunggu kelahiran ini, karena perkiraan, lagi2 perkiraan, kan...semuanya hanya Allah penentu segalanya, bayi di kandunganku ini berjenis kelamin Laki-laki. Keinginanku sih...bisa melahirkan secara normal, jadi benar2 merasakan sebagai perempuan. Tetapi...apa mau dikata kondisiku tidak memungkinkan, meski begitu aku sangat2 bersyukur, di usia yang tidak lagi muda, Insya Allah di usia ke 40 thn aku melahirkan putraku yg ke-2, Allah masih berkenan menitipkan amanah-Nya padaku.
Alhamdulillah...Ya Allah dengan segala karunia-Mu yang begitu besar untuk kami sekeluarga. Kami berharap dan memohon, Ya Allah...berilah kami kekuatan dan kemampuan untuk dapat menjaga, mendidik dan merawat putra-putra kami, Amanah-Mu, agar menjadi anak yg Sholeh, dan semoga keluarga kami menjadi keluarga yg sakinah, mawadah dan warahmah Amin..
Dan..pastinya selama aku cuti melahirkan, sementara waktu nge-Blog juga absent. Tak lupa mohon do'a dari sahabat-sahabat BloGeRr, agar proses kelahiran lancar dan selamat.


Selengkapnya...

8.9.09

LiFe BegiNs at 40


Alhamdulillah....perlahan dan pasti saya mencapai usia ini. Bagi sebagian perempuan, bertambahnya usia menjadikan rasa ketakutan tersendiri, mungkin ini berkaitan dgn menghadapi masa menoupose kalee....

Life begis at forty, kata orang, adalah saatnya menjalani kehidupan untuk menuju yang lebih baik. Artinya lebih selektif dalam memilih hal-hal baik, bermutu dan bermanfaat untuk mengisi kehidupan. Apakah iya, melaksanakan hal-hal yang baik baru dimulai di usia 40? Bahwa Islam mengajarkan setiap detik waktu yang dimiliki beharga untuk menghiasi kehidupan ini dengan kebajikan, Demi masa Sesungguhnya manusia itu benar benar berada dalam kerugian kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati Supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (surat Al ‘Ashr).
Sering kita mendengar kalimat “life begins at 40″ saat kita memasuki usia 40 tahun. Dan saya adalah salah satu dari berjuta-juta manusia yang memasuki usia 40 tahun pada tahun 2009 tanggal 30 Mei lalu. Rasa haru menggenang dihati seiring dgn air mata menetes membasahi pipi, saat mendapatkan ucapan selamat dan ciuman sayang dari suami dan ibunda tercinta.
Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula), Masa mengandung sampai menyapihnya selama 30 bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai 40 puluh tahun dia berdoa, "Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhoi; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh aku termasuk orang muslim (Al Quran, Surat ke 46 - Al Ahqaf ayat 15)".
Terimakasih Ya Allah...dengan karunia-Mu yang begitu besar, sebuah keluarga bahagia, suami yg sabar dan penuh cinta juga anak2 yg sehat dan lucu telah melengkapi kehidupan ku di Usia 40 thn. ini, Amin..



Selengkapnya...

4.8.09

Back to Nature

Sebulan sudah sakit batuk yg aku alami tak juga menunjukkan tanda-tanda sembuh. Karena kondisiku yg sedang hamil, sehingga aku agak selektif dalam memilih obat batuk, kawatir juga sih..efeknya terhadap bayi yg ada dikandunganku jika konsumsi sembarang obat. Akhirnya hanya obat yg direkomendasikan oleh dokter kandungan yang aku minum, semata-mata demi keamanan dan kebaikan kami berdua (aku dan bayi di kandungan).
Selama lima hari kuminum obat batuk, dua hari batuk pun berlalu, tetapi esok harinya batukpun kembali datang, kali ini lebih parah dgn disertai hidung tersumbat seperti gejala pilek dan tenggorokan terasa gatal dan kering, yg membuatku selalu batuk-batuk sampai kadang-kadang disertai pipis spontan, mungkin akibat tekanan kandungan-ku plus batuk2. Hal ini sangat merepotkan karena aku harus membawa CD (underware) cadangan plus pantyliner yg siap di dalam tas, kemanapun aku pergi. Akhirnya copy resep rekom dari dokter kandungan aku cairkan lagi, dan kondisinya tidak ada perubahan atas batuk yag aku alami. Sampai suatu siang aku terbatuk2 dgn hebatnya sampai muntah, untunglah hari itu sabtu dan aku libur kerja, tidak terbayangkan kalo terjadi di kantor pasti sangat repot. Setelahnya badanku menjadi lemas, dan akupun terbaring dgn napas agak sesak.
Oh...Ya Allah...semoga ujian ini tidak terlalu lama, doa-ku dalam hati. Akhirnya akupun tertidur dalam kelelahan. Saat bangun, sudah hampir jam 3 sore, dan kulihat Mas Bintang (Putra-ku) masih tertidur pulas, dan mbak Maria (pengasuh mas Bintang)sedang menyiapkan air hangat untuk mandi Mas Bintang. Dan seperti biasa aku minta tolong mbak Maria menyiapkan masak untuk makan malam. Kamipun ngobrol sambil menunggu mas Bintang bangun tidur. "Bu, biasanya aku kalo batuk, aku minum kencur, kata mbak Maria" Lho..emang bisa mbak, tanyaku lagi. Bisa bu, jawab mbak Maria. Lalu dia menjelaskan cara2nya. Esok hari kupraktek-kan penjelasan mbak Maria. Kencur adalah semacam bumbu dapur seperti jahe, kunyit, tapi mempunyai rasa agak pedas dan getar. Kencur kira-kira 3 ibu jari aku cuci, lalu kuparut, dan aku tambahkan air panas mendidih kira-kira seperempat cangkir, lalu ku-aduk2, kemudian peras dan saring, tambahkan garam dapur sedikit (untuk menghilangkan rasa getar dari kencur), air kencur siap diminum. Alhamdulillah setelah meminumnya tenggorokan-ku tidak lagi gatal, meskipun batuk belum sepenuhnya hilang, tapi sudah tidak separah sebelumnya. Tiga hari berturut-turut, sehari 2x kuminum jus kencur, Dan aku tidak tersiksa lagi dgn batuk. Hari itu aku belajar dari pengalaman mbak Maria, ternyata obat tradisional juga bisa diandalkan. Aman dan sehat, Back to Nature.



Selengkapnya...

22.6.09

ganti Baru..

Sudah seminggu ini pengasuh mas Bintang (putraku) digantikan oleh mba' Maria, karena pengasuh yg lama minta berhenti untuk mengasuh cucu-nya yg baru lahir, dgn berat hati kuijinkan.

Bukan aku bermaksud menghalangi, tapi karena mas Bintang sudah cocok, dan dia sangat2 telaten juga sayang dgn mas Bintang, yg sudah dianggap seperti cucu sendiri. Dan sebelum hari dia berhenti, aku minta tolong supaya dalam waktu seminggu ini mau tinggal sementara, untuk mengasuh mas Bintang juga mengajari mba' Maria tata cara merawat (memandikan, menyuap juga menggantikan pempersnya kalo pup)balita. Alhamdulillah mba' Maria cepat belajar, sehingga tiga hari dia sudah mampu, meski masih harus aku betulkan tata letak pampersnya, karena yg ada perekatnya yg seharusnya dililitkan kedepan ini malah sebaliknya, heheh..tak apalah kan masih bisa dikoreksi dan dibetulkan, next time tidak terulang lagi. Dan yg terpenting mas Bintang mau dan bisa beradaptasi dgn pengasuh yg baru.
Jum'at sore jam 15.30 WIb Bude Aniyah sudah selesai memandikan mas Bintang, 1/2 jam kemudian putranya datang menjemput, bude aniyahpun berpamitan tak lupa memeluk dan mencium mas Bintang, tak disangka2 mas Bintang menangis keras dgn menggapai2kan tangan, mengisyaratkan ingin ikut dgn bude, kubujuk2 mas Bintang dan kubawa masuk rumah supaya tidak terlihat langsung kepergian bude. Hal ini membuat suasana jadi haru, kulihat sekilas bude agak menahan tangis, mata2nya berkaca-kaca sambil tangannya melambai2 pada mas Bintang, akupun jadi ikutan berkaca2 menahan tangis. dan ikutan mengangkat tangan mas Bintang untuk melambai. dgn berlalunya kepulangan bude, syukurlah mas Bintang tak lama juga berhenti menangis. Aku hanya bisa berdoa semoga Allah memberikan perlindungan dan kesehatan untuk keluarga kami, amin.


Selengkapnya...

7.5.09

Astaghfirulah...

Sepeda kukayuh cepat, setelah melewati lapangan Albatros, langsung belok ke SPBU di Jl.Raya Juanda , bukan untuk beli bensin lhoh.. Berhenti di depan counter ATM Bank Mandiri. Mau bayar telpon, deadline tanggalnya udah expired, efeknya HP ku terblokir nomornya.

Syukurlah, antrian tidak terlalu panjang, terlihat hanya seorang marinir yang sedang menunggu di depan pintu ATM box, tak lama kemudian, bapak2 berpakaian marinir itupun sudah menghilang ke dalam ATM box. Wah...giliranku tak lama lagi nih..pikirku. Karena tak terlihat pengantri yang lain selain aku. Kuparkir sepeda, dgn santainya aku duduk di sadelnya, daripada ngantri sambil berdiri, duduk lebih nyaman toh ga' ada yang ngantri lagi, pikirku. Tak lama kemudian datang seorang ibu dgn Veganya, sekilas kulirik, berperawakan sedang dgn mengenakan jeans dan baju kaos merah ngepas badan, nampak sekali lekuk2 dan lipatan2 yang tidak layak dilihat. Tak disangka2 si ibu yang berbaju sexi, tiba2 berdiri di depan pintu ATM box, Lhoh...hah...???!!! Expresi bingung. Wah...ini ga' bisa dibiarkan toh aku yang sudah datang lebih dulu, kan dia juga lihat tho !, enak aja main serobot, antri donk !, pikirku aga' emosi dan setengah jengkel. Dan akupun akhirnya berdiri mendekati pintu ATM, tetapi di belakang si-baju sexi. "Bu, antri donk !, koq main serobot aja, kan saya yang datang duluan, itulah teguran yg akan aku bilang seandainya dia nanti menyerobot antrianku, untuk masuk ke ATM box. Pandangan mataku tak lepas dari pintu ATM, sambil tetap jengkel karena alamat harus nunggu lagi lebih lama, 5 menit kemudian bapak marinir keluar dari ATM box, dan tak disangka2 si ibu berbaju sexi, dgn bahasa jawa yang halus, plus senyum " Monggo bu, panjenengan rumiyin", silahkan ibu duluan, mempersilahkan aku. Kubalas dengan sedikit anggukan kepala, dan akupun bergegas ke ATM box, 3 menit kemudian urusan beres. Dan sambil tersenyum kupersilahkan ibu tersebut untuk masuk. Menuju tempat parkir sepeda, pikiranku tak lepas dari kejadian dan sikap si-ibu berbaju sexi. Astagfirulah hal adzim...ampuni aku ya Allah..karena sudah berprasangka buruk terhadap ibu tersebut.

Selengkapnya...

14.4.09

Refreshing

di taman kota di Jl. Ry. Gubeng Surabaya

di Mustang Surabaya (rumah yang uthi )

Asyik...libur 4 hari, kesempatan untuk refreshing. Setelah disibukkan dgn berbagai macam kegiatan dan setumpuk rutinitas kerjaan kantor, hari libur sangatlah dinanti2. Wuih..serasa lepas dari beban saat liburan tiba dan sangat menyenangkan bisa berlibur bersama keluarga, bersantai dan melupakan segala beban kerja.

Pada hari men-contreng jadilah kami mudik ke Surabaya, ech gaya kan...mudiknya ke kota he..he.. Segala bekal dan perlengkapan untuk mas Bintang sudah aku siapkan sejak sore, maklumlah berlibur dgn balita. SuFor, Diapers, baju harian, kaos kaki, topi, wislah pokok'e lengkap, plus oleh-oleh untuk uthi dan okung...bandeng presto. Jam 7.00 WIB ibu, Ayah dan Mas Bintang sudah siap berangkat, walah2..ternyata banyak buaanget bawa-an-nya seperti mau pindahan aja. Keluar dari komplex perum sedati menuju JL. Raya Juanda, masuk ke Jl. A. Yani, Suzuki ayah melaju cukup kencang, 45 menit sampai juga di Surabaya, alhamdulillah jalan luancaarr puooll. Uthi dan okung, tante Anin dan adik Iyok sudah menunggu. Jam 12.30 Tante Tuti, Om Budi juga Adik Dinda, Yoga dan Galih datang dari Blitar, tak lama menyusul Tante Een, Om Anto dan Adik Vidhel, wuih...rumah uthi jadi ramai, duh..senangnya Mas Bintang.
Jum'at pagi kita pergi ke pantai Kenjeran, dan Hari Sabtu, Mas Bintang, ibu dan Ayah nginap di rumah uthi di Mustang, enak-nya rek...rumah uthi luas ya...dan sejuk banyak tanaman. Minggu pagi pulang deh....ke Sedati. Alhamdulillah Ya Allah, kami sekeluarga bisa menikmati kebersamaan ini, Amin.


Selengkapnya...

8.4.09

Duka itu masih ada



Pandanganku tak lepas dari pesawat TV, sambil kubesarkan volumenya terdengar suara sang penyiar,"

telah terjadi kecelakaan pesawat jenis Foker 27 di Landasan Udara Hussein Sastranegara, Bandung, menewaskan 24 orang, terdiri atas 6 kru pesawat dan 18 penumpang anggota Paskhas, termasuk siswa Diklat Paralayang Tempur TNI AU. Serasa diriku merinding dan kenanganku terbawa pada 18 tahun silam. Ya...tepatnya, Sabtu, 5 Oktober 1991, adiku juga mengalami kecelakaan pesawat hercules, waktu itu pesawat yang mengangkut prajurit Paskhas, jatuh dan terbakar dgn korban 135 orang. Adik-ku. tercatat sebagai siswa secaba dgn pendidikan lanjutan, di Bandung. Karena para paskhas (pasukan khusus TNI-AU), mayoritas tidak ada ditempat (Halim), sehingga untuk melengkapi devile senjata yang akan ditampilkan pada saat upacara HUT ABRI, maka para siswa dipanggil untuk menggantikan paskhas tersebut. Setelah upacara dgn pesawat Hercules tersebut akan diterbangkan ke Bandung, tetapi takdir berkata lain. Pesawat C-130 Hercules Skuadron 31 Angkatan Udara terempas jatuh, dan terbakar habis, setelah menabrak gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Condet, Jakarta Timur. Korban yang jatuh 133 orang prajurit TNI-AU, dan dua orang sipil yang tertimpa reruntuhan pesawat. Penyebab kecelakaan tidak jelas Kemungkinan kerusakan mesin tampaknya memang paling besar. Minggu jam 11 kami baru mendapat kabar secara jelas, bahwa adik terdaftar dalam manivest hercules yg kecelakaan tersebut. Saat menerima khabar ini ibu langsung Histeris dan akhirnya pingsan, saat itu aku masih semester 3, dan adikku yg bungsu masih mengikuti ospek di kampus Unair. Akhirnya kami bertiga (Aku, Ibu dan Ayah) berangkat ke Lanud Juanda Surabaya untuk bersiap ke jakarta dgn pesawat (lupa jenisnya) TNI-AU. tetapi pesawat tidak langsung ke Jakarta karena harus menjemput keluarga korban yg lain, dari Surabaya ke Malang, Madiun, Jogja lalu ke Jakarta. Sampai di Jakarta (Halim) menjelang magrib. Tampak berkibar bendera setengah tiang, suasana duka terasa begitu menyayat. Dan perjalanan dilanjutkan ke makam, setelah cukup lama akhirnya sampai di pemakaman, tetapi kami sudah tidak bisa melihat peti senazah adik-ku karena pasukan cangkul dan 2 buah buldozer sudah meratakan dan menimbun liang kubur. Karena sulit dikenali, jenazah para prajurit itu dimakamkan dalam satu liang di Taman Makam Bahagia, Pondok Aren, Cileduk, Tangerang.
18 belas tahun telah berlalu, tetapi seakan peristiwa itu baru terjadi, terlebih bila mendengar kasus kecelakaan pesawat, serasa hati ini pedih...mengingat kenangan ttg adik-ku, bendera setengah tiang tetap berkibar di hati kami sekeluarga dan duka itu masih ada untuk adik-ku Heldi Setio Nirmittawan.


Selengkapnya...

23.3.09

Nge-Blog yuuk..

Hari gini blum kenal internet...? Dengan semakin menjamurnya warnet, siapa aja bisa mengakses internet, dari yg kelas lesehan hingga cafe, semua tergantung pilihan.

Bahkan di sejumlah kantor telah memfasilitasi dgn kemudahan ini. Wow..lumayanlah bisa nge-net gratis, he...he.. Dari sekedar surfing, browsing, chatting n blogging, setelah sampai kantor kalo tidak ada kerjaan yg urgent, dan sedang tidak ada agenda rapat ato yg urusannya dgn kerjaan kantor, itulah aktifitas yg sering aku lakukan. Walah..walah.. apa kata dunia...Lhoh koq ga' nyambung sih. Waktu pertama kenal dunia maya, internet maksudnya, saya hanya bisa chatting, dan beberapa bulan ini lagi ketagihan Nge-blog. Bener lhoh..apalagi saat hunting gadget, dan edit kode2 html benar-benar mengasyikkan serasa dunia milik pribadi, hehe.. Dengan nge-Blog bisa curhat, dan menulis apa yg menjadi uneg2,ech...suara hati nurani, koq jd puitis yo.. apalagi kalo tulisan itu ada yg kasih komentar, ugh...serasa mendapat semangat untuk nulis lagi dan lagi. Awal pengalaman nge-Blog, karena ada teman kantor yg selalu menyuruh saya untuk membaca blognya, karena ingin punya blog tapi tak tahu cara buatnya, akhirnya saya terpacu untuk mencari informasi sekaligus praktek nge-Blog. Setiap ada kesempatan nge-net saya explor tentang Blogger, hingga ada salah satu teman melabeli saya sebagai Miss Blogger, harus sedih atau bangga yach..?! Dgn semangat pantang mundur, akhirnya jadi juga Blog saya. Dan yang membuat saya tersenyum, ternyata semakin bertambah aja teman-teman di kantor yg pada ikutan nge-Blog. Wah...ternyata virus Blogger sudah menyebar, berhasil-berhasil, hehe.. Kata kang Rohman , pasti udah pada kenal kan.. dgn nge-Blog bisa dapat duit, nah...untuk ini saya masih harus banyak meng-explor dan katanya lagi Blogger itu kerjanya WAH dan SAH, Bravo untuk BLOGGER !


Selengkapnya...

10.3.09

B2W

Yoi..pastilah semua udah kenal yg namanya B2W. Itu..tu Bike To Work Mungkin gerakan ini awalnya

dimaksudkan untuk menggalakkan olah raga yg murah meriah tetapi tujuan utamanya tetap tercapai, yaitu bugar dan sehat.
Sejak aku hijrah, alias pindah ke Surabaya jarak dari rumah ke kantor, yang berada di daerah sedati lebih tepatnya di Jl. Raya Juanda kurleb 20-an km, dan setiap hari diantar suami pakai motor, kalo naik angkot pasti luamaaa..kan macet neeh, dgn kondisiku yg sedang hamil, perjalanan ke kantor setiap hari terasa sangat melelahkan. Dan dgn sabar, yg disabar-sabarkan kalee..., keadaan ini kujalani 9 bulan hingga aku mengambil cuti untuk mempersiapkan kelahiran sang jabang bayi. Alhamdulillah sang jabang bayi lahir dgn sehat dan montox. Dua bulan sejak kelahiran Bintang putraku, kami putuskan untuk pindah ke rumah sendiri, bukannya kami ngga' betah tinggal di rumah ortu (surabaya), tapi supaya lebih efisien kalo aku harus bolak-bolik saat memberikan ASI untuk putraku, dan bulan Maret tahun yang lalu kamipun pindah ke Sedati di Sidoarjo. Dari rumah ke kantor sekarang hanya berjarak satu km, yah...lumayan sudah lebih-lebih dekat, karena hanya punya 1 motor, dan itupun dipakai suami untuk ke kantor (di Surabaya), akhirnya aku putuskan untuk pakai sepeda, maksud hati sih...pengen nurunkan berat badan yg melar saat hamil, tapi hingga setahun aku jalani B2W, berat badan belum susut juga, he...he... tapi ga' papa ding yg penting kan tetap bugar dan sehat, Amin. Bravo B2W.


Selengkapnya...

20.2.09

Alhamdulillah...

Syukur kepada Allah SWT, di hari ini Bunda dan Ayah satu tahun sudah mendapat amanah dari Nya untuk merawat, menjaga dan mendidik mu.


Tiada putus dan henti Bunda dan Ayah memohon ridhoNya agar ananda menjadi anak yang sholeh dan bermanfaat dalam segala kebajikan, Amin.

Alhamdulillah, di usia satu tahun tepat hari ini tanggal 20 Pebruari 2009 Mas Bintang tumbuh dengan sehat, lucu dan menggemaskan. Yang paling disuka dan selalu bersemangat saat ma'em masakan made in Bunda. Pada usia sepuluh bulan sudah bisa mengenali mainannya, ada kwek bebek, miki guling, bola dan si quick-quik kepiting. Kalo bobo' selalu memeluk miki guling, kalo ga' ada miki mas Bintang selalu gelisah dan aga' lama baru bisa bobo' , so...untunglah si miki ada temannya mini, cause kalo miki dicuci, gantian mini yang dipakai, karena sama bentuk dan ukurannya Mas Bintang blum bisa membedakan miki dan mini, he..he..

Alhamdulillah ya Allah atas segala karunia-Mu dan berilah kami kekuatan, kesabaran, kemudahan dan kelancaran agar dapat selalu menjaga, merawat dan mendidik manah-Mu, putra kami, Hilmi Wira Jannata, Amin.

Usia 1 bulan


Usia 3 bulan

Usia 6 bulan


Usia 11 bulan


Kwek bebek, quik-quik kepiting, bola.
miki & mini guling ngga' ikutan difoto





Selengkapnya...

30.1.09

Bubur made in bunda

Sejak mas Bintang mulai makan bubur usia 6 bulan, selalu aku berikan makanan instan. Pernah aku coba membuat sendiri, hand made, ternyata mas Bintang tidak suka, karena setiap aku suapkan makanannya dimuntahkan lagi.

Akhirnya sampai mas Bintang berusia 11 bulan, bubur instan selalu menjadi menu sehari hari dan biasanya dengan variasi rasa, buah, sayur atau kombinasi dengan daging dan ikan. Hingga usia mas Bintang hampir satu tahun, aku sempat kebingungan juga masa iya nanti akan makan bubur instan terus. Sampai pada suatu hari aku coba untuk memasak dan meramu bubur, untuk menjadi menu makan mas Bintang, disetiap ada kesempatan hari libur, Sabtu dan Minggu. Percobaan pertama adalah kombinasi nasi tim beras merah, wortel dan ikan patin. Ternyata mas Bintang tidak suka, dan dengan sangat terpaksa aku buang menu nasi tim beras merah. Sewaktu mas Bintang aku bawa ke rumah ibu, dan bermain ke rumah tetangga yang juga mempunyai balita yang seusia dengan mas Bintang. Pada saat makan mas Bintang juga ikut disuap, dan makan dengan lahap. Menunya adalah Nasi tim beras putih dgn kombinasi wortel dan ikan salmon. Bahkan mas Bintang dikasih lagi satu mangkuk untuk makan dirumah, dan inipun juga habis tak tersisa oleh mas Bintang. Kenapa ya..dgn masakan tetangga koq mau..?! Akhirnya aku coba lagi bereksperimen dgn menu baru, kombinasi tim beras dan wortel, ternyata mas Bintang mau makan, alhamdulillah. Semoga untuk selanjutnya tidak bermasalah dgn masakan made in bunda, amin.


Selengkapnya...

9.12.08

UndanGan ULtaH di MC-D

Sabtu sore Mas Bintang nginap di rumah Uthi di Surabaya, karena hari Minggu ada undangan Ultah dari Adik Lala. Dik Lala adalah putri dari tante Leni dan Om Dani. Acaranya di adakan di Mc-D Delta Plaza.
Minggu pagi, jam 05.00, Mas Bintang udah bangun, jam 11.00 diundang adik Lala ke ULTahnya. Jam 10.30 Mas Bintang dan Bunda berangkat naik becak, semua ikut (Uthi, Akung, Tante Nina, Tante Tutik, Dik Galih, Dik Tio', Dik Dinda, Dik Yoga) jadi 4 becak berangkat barengan, wuih ramai ya..15, menit kami sudah sampai di Mc-D, Sebentar kan...karena rumah Uthi dekat dgn DelTa Plaza. Kami menuju ke ruangan yg sudah di Tata, dgn balon dan ada badutnya, Adik lala pakai Baju pink, hari ini Adik Lala ULTah yg ke-4 tahun, Adik lala cantik dirias dgn kucir rambut yg banyak, dgn pita pink, hehe...lucu ya..
Jam 11. 00 acara dimulai, ada kakak Lita yang jadi MC berdiri didepan dan Om Aris yg maen Organ, teman2 Adik Lala, memakai topi yg ada namanya, mereka bernyanyi, bermain dan menari, Wuih...senangnya. Saat tiba acara tiup lilin, Adik Lala dapat hadiah dari Mama dan Ayahnya (Tante Leni & Om Dani) juga Kakak Safa, dan sebelum pulang semua teman juga Mas Bintang mendapat balon, kue dan paket Mc-D. Selamat ULtah Adik Lala, panjang umurnya2 serta mulia2, dan menjadi anak yg sholeh, Amin..
Selengkapnya...

3.12.08

Mas Bintang Sakit

Minggu, 30 Nop. 08, jam 16.00 WIB
Tidak seperti biasanya Mas Bintang, putraku, kurang lahap dgn buburnya, dua suap sudah aku berikan, suapan yg ke-3 Mas Bintang sudah menolak, dan anehnya bubur yg sudah ditelan dimuntahkan lagi. Sebenarnya aku agak jengkel, tapi masih kubujuk-bujuk agar dia mau makan buburnya lagi, ternyata dia malah menangis. Suapan aku hentikan. 1/2 jam kemudian Mas Bintang muntah lagi aku dan suami sibuk membersihkan baju dan selimut yang terkena muntahan. Mas Bintang aku tidurkan, sambil minum sufornya, 1 jam berlalu, Mas bintang terbangun sambil menangis, aku coba menenangkan, tetapi tangisnya semakin keras, kubujuk2 untuk diam, tiba2 Mas Bintang muntah lagi, aku dan suami agak panik akhirnya kubujuk2 Mas Bintang, dan kutidurkan lagi, 5 menit kemudian dia tertidur. Rupanya Mas Bintang kelelahan menangis. Aku dan suami agak lega, karena kelelahan aku dan suamiku juga ikutan tertidur.
Senin, 1 Des. 08, jam 01.00 WIB
Aku dan suami terbangun dgn tangisan Mas Bintang, seperti sore hari, setelah menangis dia muntah lagi, akhirnya kami berdua membawa Mas Bintang ke klinik dokter jaga (dr. Umum), dan pulangnya obat langsung kuminumkan obat anti muntah, 1 jam kemudian Mas Bintang muntah lagi.
Jam 07.00 WIB, Mas Bintang ku bawa ke DSA di Surabaya, karena dokter yang menanganinya berpraktek di Surabaya. Oleh DSA-nya semua obat dari dokter jaga diganti, akhirnya Mas Bintang aku bawa ke rumah Mertua, karena disana banyak tenaga yang akan membantu menjaga Mas Bintang, akupun terpaksa ijin ke atasan untuk tidak masuk kerja.
Setelah obat anti muntah, penurun panas dan anti biotik dari DSA-nya kuminumkan, Mas Bintang tertidur. Alhamdulillah, 1 jam berlalu setelah bangun Mas Bintang tidak muntah lagi, dan berangsur-angsur panasnya turun, karena belum mau makan dan hanya minum sufor, Mas Bintang BAB-nya cair, aku agak kuatir dgn kondisinya, Mas Bintang yang semula ceria, lucu dan selalu tersenyum ke semua orang kalau di kudang, saat ini agak rewel dan badanya lemas.
Selasa, jam 03.00 WIB
Mas Bintang terbangun, dan kulihat diapersnya BAB-nya sudah agak padat, aku sedikit lega, tetapi badannya masih lemas dan agak sumer. Sementara ini masih belum mau makan, akhirnya aku berikan buah sebagai pengganti makanan serat, alhamdulilah Mas Bintang mau makan buah yang aku berikan, daripada hanya minum Sufor, kan sekarang ada makanan yang berserat, buah.
Rabu, jam 05.00 WIB
Mas Bintang terbangun, badannya sudah lebih segar, tetapi senyum di wajahnya belum nampak. setelah ku seka dgn air hangat ( selama sakit tidak kumandikan ) kuganti bajunya dan kupakaikan diapers yang baru, kusiapkan sufornya, aku coba telpon DSA-nya dan kukonsultasikan kondisi Mas Bintang, oleh DSA-nya dianjurkan untuk mengencerkan SuFornya atau mengganti dgn LLM (Low Laktose Milk) khusus untu diare. jam 6.30 Mas Bintang sudah tidur, alhamdulillah hari ini tidak rewel, Dan kuputuskan untuk masuk kerja, akupun minta ijin ke atasan datang terlambat. Semoga hari ini dan selanjutnya kondisi Mas Bintang pulih, dan sehat, Ya Allah ijinkan kami untuk dapat merawat dan menjaga amanah-Mu, putra kami agar menjadi anak yg soleh dan bermanfaat, Amin.


Selengkapnya...

24.11.08

Pengalaman-Ku

Senin, 24 Nop. 2008 adalah pengalamanku dengan jasa penitipan anak. Dua bulan sudah Mas Bintang, putraku, belum ada yang mengasuh kalo aku tinggal ke kantor, dan selama ini tugas itu di handle oleh ibuku. Sejak PBB-ku mudik dan tidak pernah kembali, penggantinya belum kuperoleh lagi. Dari saran beberapa teman, dan kebiasaan yang terjadi di masyarakat sekitar tempat tinggal-ku (Sedati), ada jasa penitipan anak. Memang awalnya aku kurang sreg ( nyaman) dgn saran tersebut, tapi kalo mengingat ibuku yang setiap siang tidak bisa istirahat, karena harus mengasuh Mas Bintang, aku juga gak tega. Setelah kurindingkan dgn suami dan menyeleksi beberapa calon yg ada, akhirnya kuputuskan untuk menitipkan Mas Bintang. Minggu sore sudah kusiapkan segala perlengkapan yang akan dibawa untuk senin pagi.

Senin, 24 Nop. 08, jam 06.15 WIB.
Mas Bintang siap diantar kerumah penitipan anak, sejak subuh kami sudah berbenah, dan seperti biasa Mas Bintangpun ikut bangun, dia agak rewel, tidak seperti biasanya (apakah dia merasa kalo akan dititipkan di TPA ya...?), setelah persiapan beres kamipun mengantar Mas Bintang. Sampailah kami di TPA, beberapa saat kami membujuk Mas Bintang agar mau digendong dgn Bude ( yang mengasuh Mas Bintang di TPA), syukurlah berhasil. Dan kami pun (aku & suami) berangkat ke kantor, dalam perjalanan tak terasa air mataku berlinang, hatiku merasa terharu & sedih, mengingat Mas Bintang enggan dilepas dari gendongan-ku.
Tapi hal ini harus kulakukan, aku hanya berdoa, mohon pertolongan Allah agar diberi kemudahan dalam segala urusan, Amin.
Selengkapnya...

12.11.08

Sakit paralel

Pagi ini dengan sangat terpaksa aku sms ke teman kantor, yang tak lain adalah permintaan untuk ijin tidak masuk kerja dengan harapan segera disampaikan ke atasan (Bos-ku), hal ini aku lakukan karena Mas Bintang, putraku, sejak kemarin sakit,batuk pilek, dan malam tadi badannya agak panas (sumer=bahasa jawa), bawaannya rewel aja, maunya digendong. bahkan semalam tidurnya tidak bisa nyenyak, beberapa kali terbangun dan menangis, minumpun dia gak mau, (biasanya kalau terbangun langsung aku beri nenen) sepertinya hidungnya tersumbat karena pilek, yang menyebabkan mas Bintang kurang nyaman untuk nenen, akhirnya setiap kali terbangun untuk menenangkan kembali harus digendong. Hal ini berlangsung sampai ke-esokan harinya, obat tetes hidung yang aku berikan kurang dapat membantu untuk dapat meringankan pileknya. Melihat kondisi mas Bintang, aku jadi tidak tega, dan ini membuat aku sedikit stress, hal ini kutanyakan ke tantenya (adiku), yang juga dokter, dengan tenangnya di menjawab, "mbak, semua kan perlu proses, tunggu aja sampai 3 hari, kalo belum sembuh, konsultasi lagi." emangnya sulapan, sim salabim. he..he.. (sambil bercanda) mungkin dia ingin menenangkan ke galauan-ku. Yo..wislah...kalo begitu, dan sambil berdoa juga menenangkan diri akhirnya kusabarkan hati untuk menunggu sampai 3 hari. Alhamdulillah Sabtu malam mas Bintang sudah bisa tidur nyenyak, dan dia juga sudah mau nenen lagi, dan ke-esokan paginya mas Bintang sudah menunjukan ke aktifan-geraknya, meskipun pileknya masih nampak tapi hidungnya sudah tidak tersumbat lagi. Dan...tidak kusangka minggu pagi badanku yang agak meriang, (walah...gantian nih..) Mungkin karena kondisiku yang kurang fit dan capek sejak mas Bintang sakit, sehingga aku mudah kena sakit. Hari libur yang biasanya aku gunakan untuk full merawat mas Bintang, akhirnya diambil alih ayahnya (suamiku), dan aku hanya terbaring dgn badan agak demam. Seperti biasanya kalo aku sakit, perhatian suamiku berlebihan (sehari-harinya sih..perhatian juga), pagi-pagi sudah membelikan aku bubur ayam, membuatkan jahe hangat. (alhamdullilah Ya Allah..dengan anugrahmu ini). Kami mohon ridhoMu, agar kami dapat membina rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah, dan menjaga serta merawat amanahMu, putra kami Amin.
Selengkapnya...

3.11.08

susahnya cari PBB

Satu bulan setengah kami tinggal di Surabaya, sejak PBB (istilah lain untuk pembantu) rumah kami memutuskan untuk tidak kembali bekerja. Saat lebaran hari raya mbak Anik (pengasuh mas Bintang) "mudik" ke negeri asalnya (nganjuk) dan akan kembali bekerja satu minggu setelah lebaran, ternyata 2 hari dari hari yang dijanjikan mbak Anik tidak ada tanda-tanda untuk kembali, akhirnya saya coba telpon, ternyata jawaban yg diberikan sangat mengecewakan " ibu saya tidak bisa kembali kerja karena masih repot, " jawabnya. dan kutanya lagi kapan kira2 kembali ? nanti saya SMS lagi kalo sudah tidak repot, jawabnya lagi. Oh....walah..."PBB" jaman sekarang merasa posisinya sangat dibutuhkan akhirnya menjadi se-enaknya (tidak sopan). lalu aku jawab, jangan terlalu lama, kalo memang tidak bisa kembali ya cepat diputuskan, supaya saya bisa cari gantinya (dgn agak emosi saya matikan Hape). Esok harinya Hape saya berdering, hanya ada nomor tanpa nama, kuangkat, terdengar suara laki-laki" Bu, saya calonnya(calon suami) mbak Anik, mau bilang mbak Anik gak bisa kembali bekerja karena mau ikut saya ke Kalimantan".jawab saya : ohh..mau menikah ...?selamat (dgn agak dongkol dan kesal), lalu kututup Hape.
Sejak saat itu informasi kusebar " dibutuhkan PBB dgn kriteria sabar untuk mengasuh bayi laki-laki usia 9 bulan". Ke tetangga, teman kantor saya maupun teman kantor suami, bahkan ibu mertua juga saya minta untuk mencarikan PBB, dgn kriteria tersebut. Dan sementara belum ada PBB, mas bintang ditunggui ibu. Sebenarnya gak tega juga tapi bagaimana lagi, itu solusi sementara yang terbaik. Semoga keadaan ini tidak berlangsung lama, karena ibu saya juga sudah sepuh yang seharusnya banyak beristirahat tapi masih harus mengasuh cucu (ma'afkan ananda, bu) yang masih selalu merepotkan ibu.
Selengkapnya...

25.9.08

Duka di 19 September 2008

Jum'at Pagi itu aku disibukkan dengan pencarian data tentang LK, yang akan dilaksanakan pembinaan oleh atasanku. Data-data tersebut harus aku cari dibagian lain, yang tempatnya berada di lantai dua, menjelang dzuhur semua data yg aku perlukan sudah terkumpul. Rasa deg-deg di hatiku, saat kulihat Hape (yg tidak kubawa dan kutaruh di dalam tas ) ada miscall (3x) dari adikku dan juga sms, ku baca sms, isinya " Bapak gawat aq dlm perjlnan ke RS ", saat itu juga kutelpon adik, dan menanyakan kabar dan kondisi bapak, menurut adik kodisi bapak pagi tadi sesak nafas, dan siang ini sudah stabil tapi tetap masih memakai bantuan O2, lega rasanya mendengarnya, dan aku katakan bahwa besok (Sabtu) aku akan bezuk dgn membawa Mas Bintang (putraku), lalu pembicaraan via Hape selesai.
Selesai sholat dzuhur aku pulang kantor, dan saat memandikan mas Bintang jam 15.00 tiba, seperti biasa selesai mas Bintang mandi, gantian aku yang berbenah (mandi dan sholat ashar), saat aku takbir, Hape-ku berdering lagi, kali ini dari suami, yang memang deringnya kubuat berbeda dari yg lain. Terdengar suara suami " Bu, Mas Bintang sudah mandi, segera cepet ke RS ". dan aku jawab, aku masih mau sholat ashar, nanti setelah selesai aku kesana. dan pembicaraan via Hape selesai. Bergegas bahkan terburu-buru aku menyelesaikan sholat ashar, aku merasa sholat ashar hari ini jauh dari khusuk (Astafirullah al Adziim..), bahkan mukena ku juga kurapikan asal aja, dgn terburu-buru aku berbenah dan merapikan diri, sesaat kubilang pada mbak Anik (pengasuh Mas Bintang), aku akan ke RS dan mungkin agak malam pulang. Lalu kuambil sepeda dan kukayuh cepat, dan kutitipkan di tempat penitipan, lalu aku mencari taxi untuk ke RS. Tak lama kemudian Hape-ku berdering lagi, dari suami, terdengan suaranya, : Bu sudah sampai mana, aku jawab masih di juanda di taxi, kata suami" langsung ke Mustang aja", (Mustang adalah alamat ortu di Sby), lalu dia mengatakan bahwa Bapak sudah Sedo (Meninggal),
Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiuun, bergetar bibir ini mengucap dan tak kuasa tangisku-pun pecah, dan suami bilang mungkin jenazah agak malam sampai di Mustang karena masih diurus administrasi dan menyewa mobil jenazah RS.
Sudah 2 bulan lebih bapak terbaring sakit, keluhan awalnya adalah sakit di tulang belakang, yang di sangkanya adalah syaraf kejepit, beberapa kali terapi di RSAL Dr. Ramelan Surabaya, belum ada perubahan, dan beberapa kali ke alternatif hasilnya tetap sama , masih sakit. akhir Juli 2008, Bapak tidak bisa beraktifitas lagi, hanya berbaring, kurang lebih 2 minggu kondisi seperti itu, dgn tetap menjalankan terapi "syaraf kejepit". akhirnya oleh adikku bapak diminta untuk ke Gresik( rumah adikku), belum lama di gresik, dan pertengahan agustus, kondisi bapak drop, dan harus masuk ke RSAL, setelah menjalani beberapa pemeriksaan secara lengkap akhirnya ketahuan Bapak menderita cancer paru stadium 4 dan sudah meyebar ke tulang belakang, dimana ruas ke 15 sudah remuk, mendengar vonis dokter ibu hanya bisa menangis dan pasrah. Kata dokter " secara medis sudah tidak bisa disembuhkan, hanya membantu menjaga agar kondisi Bapak tidak drop. setelah opname beberapa hari di RSAL, bapak diperbolehkan pulang, dan dibawa adik ke Gresik. Selasa, 16 September 2008 kondisi bapak drop, sesak napas, bapak di rawat lagi (opname) di RS Siloam Hospital, sampai beliau Meninggal. Saat sakaratul maut menjemput, bapak di tuntun Adik untuk melafalkan syahadat, dgn didampingi ibu dan suamiku membacakan Yasin, menurut adikku Bapak meninggal setelah selesai melafalkan syahadat. Beliau meninggal Jum'at jam 16.15 WIB di pelukan adik, Insya Allah Bapak meninggal dalam keadaan Qusnul Khotimah, Amin.
Selamat jalan bapak Masduki, Ya Allah Ya Rabbi sekiranya Bapak Masduki menghadap kepadaMu dengan membawa kekurangan, ampunilah segala dosa beliau, dan sekiranya menghadap kepadamu dengan membawa kebaikan terimalah sebagai amal ibadahnya, amin...














Selengkapnya...

1.9.08

Mas Bintang suKa BubuR Instan

Hari ke-6 bunda masih bertahan memberikan bubur susu untuk Mas Bintang, dan seperti biasanya setiap suapan selalu dengan expresi "mewek" , dgn tatapan mata yg penuh harap supaya bunda berhenti untuk menyuapkan bubur susu yg tidak disuka. Sebenarnya bunda merasa ga' tega melihat Mas Bintang menolak makanannya, tapi ini kan tahapan pengenalan...
Jam 7 malam Mas Bintang sudah lelap dalam tidur, tak lama kemudian terbangun, ternyata dia BAB, bunda aga' was-was karena BAB-nya aga' cair, apakah ini akibat konsumsi bubur susu ? (ma'afkan Bunda ya..)
Keesokan harinya bubur susu langsung bunda hentikan, dan kembali ke menu awal (pisang cavendis). Dengan H2C bunda menunggu saat2 mas Bintang BAB, alhamdulillah ternyata normal lagi, sejak saat itu bunda ga' pernah memberikan bubur susu. Apa yg salah ya...sepertinya sudah sesuai resep hasil surving beberapa artikel dan postingan tapi kok bermasalah..?!. Malamnya bunda & Ayah belanja di UFO (seperti biasa kalo bunda pergi Mas Bintang selalu ditemani mba' Anik), tampak deretan rak-rak produk makanan Bayi , Bunda berhenti dan mencermati beberapa produk, akhirnya Bunda beli 1 dos bubur susu beras merah dgn kemasan paling kecil, dgn harapan kalo nanti Mas Bintang tidak suka n bermasalah, bisa ganti dgn yg lain. Hari ke-8 setelah mandi sore, bunda menyiapkan makan Mas Bintang, sengaja porsinya dikurangi, setelah memakaikan lap makan di leher Mas Bintang, bunda mulai menyuap bubur susu beras merah, suapan pertama ekspresi Mas Bintang diluar dugaan bunda, dgn lahapnya mas Bintang makan suapan pertama, bahkan sudah memajukan mulutnya sebelum bunda memberikan suapan yg berikut. Akhirnya...porsi bubur susu beras merah habis tanpa tersisa, dan ternyata sampai saat BAB tidak bermasalah, Alhamdulillah.
Selengkapnya...

25.8.08

Hari ke-4

3 Hari berturut-turut Mas Bintang makan pisang Cavendis, pada hari ke-4 bunda coba menu baru, Bubur Susu (made in Bunda), ternyata dia kurang suka. Terlihat pada suapan pertama, bubur yg sudah dimulutnya dikeluarkan lagi, dan disuapkan lagi, dan hanya ditelan sedikit, begitu sampai pada suapan ke-3, rupanya Mas Bintang udah ga' tahan (expresinya mewe' dan matanya menatap bunda dgn penuh harap untuk tidak disuap "menu baru"). Akhirnya suapan terakhir (ke-4) bunda hentikan.Mulut Mas Bintang yg berlepotan, bunda lap dgn mitu, lalu bunda gendong, Mas Bintang sudah ga' nangis lagi, dan akhirnya tertidur dalam gendongan Bunda.
Mas Bintang makan makanan MPASI sehari sekali, hanya untuk mengenalkan rasa dan textur dari makanan, nanti kalo sudah terbiasa dan ga' ada efek samping yg timbul, Frekfensi dan kwantitasnya akan Bunda tambah secara bertahap.
Semoga Mas Bintang tidak rewel lagi....


Selengkapnya...

21.8.08

Penantian Bunda


Penantian bunda (20 Agustus 2008), 6 bulan usia Mas Bintang. Saat-saat untuk MPASI sudah bisa dimulai, rencana bunda hari Sabtu ( 23 Agt 08) saat MPASI yg pertama akan di foto, ternyata tepat tgl 20 Mas Bintang menerima MPASi yg pertama, bukti bahwa manusia berencana Allah juga yg menentukan. Kejadiannya saat itu (20/8/08) bunda pulang telat, karena harus bezuk Yang Kung ke RSAL, dan pulangnya kena macet, so...sampai rumah jam 16.00 WIB Mas Bintang sudah dimandikan sama mba' Anik biasanya sih...selalu bunda yg mandikan, setelah mandi Mas Bintang minum susu, ternyata setelah minum tetap menangis keras, akhirnya bunda ambil pisang cavendis untunglah bunda dah beli semua persiapan untuk MPASI dikerik kira-kira dapat 2 sendok makan, lalu dicampur dengan sufor 30 ml, Nah..acara makan dimulai, satu sendok teh suapan pertama, Mas Bintang agak nyengir, sambil mulut nya mengecap-ngecap ,mungkin masih asing dengan rasanya, tapi tetap ditelan juga ,pisang mix sufor,bunda lanjutkan dgn suapan kedua, sampai habis- ternyata Mas Bintang tetap menangis, dan menunjukan tanda dia masih ingin disuap pisang mix, akhirnya pisang yg masih tersisa bunda kerik, dapat 4 sendok makan, dan dimix lagi dengan sufor. Ronde ke-2 acara MPASI berlanjut dgn sukses dan lancar, Mas Bintang menghabiskan satu buah pisang, Alhamdulillah. Dan... Clik camera HP pun merekam moment ini.
Selengkapnya...